Minggu, 22 Agustus 2021

Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan Luar Sekolah

 


     Media pembelajaran merupakan salah satu sarana penyaluran pesan dan informasi belajar. Media pembelajaran yang dirancang secara baik, sangat membantu peserta didik dalam mencerna dan memahami materi pelajaran. Perkembangan TIK di era globalisasi dan informasi pada saat ini, memacu perkembangan media pembelajaran semakin maju pula. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai media pembelajaran sudah merupakan suatu tuntutan. Walaupun perancangan media berbasis TIK memerlukan keahlian khusus, bukan berarti media tersebut dihindari dan ditinggalkan. Media pembelajaran berbasis TIK dapat berupa internet, intranet, mobile phone dan CD Room/Flash Disk.

    Kemajuan Teknologi Informasi telah mendorong terjadinya banyak perubahan, termasuk dalam bidang pendidikan yang melahirkan konsep e-learning. Dengan e-learning, pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. E-learning memungkinkan peserta didik untuk aktif dan kreatif. E-learning memberikan para peserta didik, pendidik, dan pengelola pendidikan dapat mengambil banyak manfaat, di antaranya fleksibilitas program dan bahan pembelajaran dapat dibuat lebih menarik dan berkesan. Integrasi teknologi informasi pada pendidikan akan meningkatkan kualitas pembelajaran. Dampak ikutan dengan integrasi teknologi informasi pada pendidikan adalah mendorong percepatan computer literacy pada masyarakat Indonesia.

    Dimanfaatkannya teknologi sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar, dapat mempermudah cara pengajar dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan para siswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Kebutuhan akan teknologi dalam ranah pendidikan bukanlah hal yang baru, pemanfaatan teknologi untuk membentuk pembelajaran yang kondusif dan inovatif. Pemanfaatan tersebut terbukti berperan besar dalam kelancaran proses belajar.

        Berikut ini pemanfaatan Media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam PLS :

1. Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Program Pelatihan 

    Sebagaimana kita tahu, dalam pelatihan tidak hanya sekedar tentang menambahkan pengetahuan, tetapi lebih menekankan kepada keterampilan. Dalam hal ini, dapat memungkinkan digunakannya teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajarannya. Bisa kita contohkan pada pelatihan kursus menjahit. Dengan pemanfaatan TIK pelatih dapat membuat suatu vide-video tutorial menjahit dan membagikannya pada setiap peserta didik, bisa lewat email, posting youtube, membagikan di grup sosial media, atau dikirim langsung lewat Bluetooth yang ada di Android. Dengan ini tentunya pelatihan tidak terlalu memerlukan lagi kegiatan pembelajaran tatap muka, walaupun ada dalam suatu waktu kegiatan tatap muka itu diperlukan, tetapi setidaknya proses pembelajaran sudah efisien dan praktis.

2. Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Program Pemberdayaan Masyarakat

        Memberdayakan masyarakat dapat diartikan sebagai proses menciptakan masyarakat yang mandiri dan terampil sehingga dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat itu sendiri, baik dari segi ekonomi, sosial maupun budaya. Dalam pemberdayaan masyarakay, kita juga dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana dalam proses pembelajaran. Bisa dicontohkan, pemanfaatan internet. Di internet, kita dapat mengakses apapun seperti materi-materi pelajaran di Google dan YouTube. Disini kita dapat menggunakan internet untuk memberdayakan masyarakat. Sama halnya dengan yang saya lakukan saat memposting artikel dan dapat diakses oleh orang lain. Dan dalam pemberdayaan masyarakat tentu materi pembelajarannya pun mengarah kepada pemberdayaan. Begitulah contoh dari pembelajaran program pemberdayaan masyarakat lewat internet dengan memposting pembelajaran-pembelajaran tertentu.

3. Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Program Penyuluhan atau Iklan Layanan Masyarakat

        Penyuluhan diartikan dengan memberikan arahan kepada seseorang atau sekelompok orang untuk dapat menentukan jalan yang lebih baik. Bagaimana cara memanfaatkan TIK dalam program penyuluhan? Dengan TIK, kita bisa memanfaatkan sifat mendunia tersebut, seperti contoh sebelumnya dalam penggunaan internet. Biasanya penyuluhan dilakukan dengan cara tatap muka langsung antara penyuluhan dengan sasaran, tetapi dengan adanya TIK,semua itu dapat diminimalisir sehingga pelaksanaan penyuluhan menjadi praktis. Contoh program penyuluhan KB (Keluarga Berencana). Kita dapat membuat iklan atau tulisan-tulisan singkat dan membagikannya lewat sosial media ataupun dipasang dipapan iklan Google. Selain itu kita juga dapat membuat video-video pendek tentang apa itu KB dan manfaatnya lalu mempostingnya lewat YouTube. Kita juga bisa membuka forum diskusi sosial media tentang program KB tersebut.

 

        Munir (2008: 138) mengungkapkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh media pembelajaran berbasis TIK sebagai berikut :

1. Dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam terhadal materi pembelajaran yang sedang dibahas, karena dapat menjelaskan konsep yang sulit atau rumit menjadi mudah atau lebih sederhana.

2. Dapat menjelaskan materi pembelajaran atau objek yang abstrak (tidak nyata, tidak dapat dilihat langsung) menjadi konkrit (nyata dapat dilihat, dirasakan atau diraba), seperti menjelaskan peredaran darah dan organ-organ tubuh manusia pada mata pelajaran sains.

3. Membantu pengajar menyajikan materi pembelajaran menjadi lebih mudah dan cepat, sehingga peserta didikpun mudah dipahami, lama diingat dan mudah diungkapkan kembali.

4. Menarik dan membangkitkan perhatian, minat, motivasi, aktifitas, dan kreatifitas belajar peserta didik, serta dapat menghibur peserta didik.

5. Memancing partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran dan memberikan kesan yang mendalam dalam pikiran peserta didik.

6. Materi pembelajaran yang sudah dipelajari dapat diulang kembali (playback). Misalnya menggunakan rekaman video, compact disk (cakram padat), tape recorder atau televisi.

7. Dapat membentuk persamaan pendapat dan persepsi yang benar terhadap suatu objek, namun dalam bentuk nyata menggunakan media pembelajaran.

8. Menciptakan lingkungan yang kondusif, sehingga peserta didik dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan tempat belajarnya, sehingga memberikan pengalaman nyata dan langsung. Misalnya, peserta didik mempelajari tentang jenis-jenis tumbuhan. Mereka langsung melihat, memegang atau merasakan tumbuhan tersebut.

9. Membentuk sikap peserta didik (aspek afektif), meningkatkan keterampilan (psikomotor)

10.  Peserta didik belajar sesuai dengan karakteristiknya, kebutuhan, minat dan bakatnya, baik secara individual, kelompok dan klasikal.

11. Menghemat waktu, tenaga dan biaya.  

 

        Jadi dapat disimpulkan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran sangat membantu terciptanya proses pembelajaran yang efisien dan praktis, kalau untuk efektivitas pembelajaran mungkin masih belum, dikarenakan proses pembelajaran jadi sulit terkontrol, tergantung kepada kemauan sasaran atau peserta didik itu sendiri untuk belajar. Dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran, dapat membuat cakupan sasaran yang lebih luas dengan memanfataakan sifat TIK itu sendiri yang sangat mendunia. Pada proses pembelajaran Pendidikan Luar Sekolah, TIK sendiri memiliki peran penting sebagai sarana pembelajaran. Hal ini dikarenakan sasaran dari Pendidikan Luar Sekolah biasanya adalah orang yang memiliki kesibukan-kesibukan. Untuk itu, TIK dapat mengidentifikasikan pembelajaran sehingga tidak menggaggu kesibukan sasaran karena tidak harus melakukan pembelajaran tatap muka.


Sumber

https://core.ac.uk/download/pdf/297668739.pdf 


Penulis sangat membutuhkan masukan dan saran untuk menambah kesempurnaan posting kali ini, untuk itu dimohon kepada para pembaca, jika ada kekeliruan dari postingan saya kali ini, harap memberikan masukkan dan saran di kolom komentar dan saling berbagi pengetahuan.

Semoga bermanfaat, Terimakasi 😊


Jumat, 20 Agustus 2021

Sejarah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Perkembangannya

    Dapat dijelaskan secara singkat sejarah teknologi informasi ini dapat diuraikan sebagai Manusia adalah makhluk sosial, di samping sandang, pangan dan papan sebagai kebutuhan utamanya, maka dari itu sebagai makhluk sosial manusia sangat membutuhkan komunikasi di antara sesamanya untuk dapat saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Maka mulailah manusia mencari dan menciptakan sistem, alat yang dapat digunakan untuk berkomunikasi. Awal pertama dengan melukis bentuk (menggambar) di dinding gua, isyarat tangan, isyarat asap, isyarat bunyi, huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan telepon dan internet. Bentuk perkembangan teknologi informasi yang paling modern dan kini masih digunakan oleh milyaran penduduk di seluruh dunia adalah internet. Internet sebagai wujud hypermedia yang terus bertumbuh memungkinkan manusia mencari informasi, mengirim informasi, menggandakan, menimpan informasi, dan berkomunikasi dengan orang lain. Internet adalah dunia maya jaringan komputer (interkoneksi) yang terbentuk dari milyaran komputer di seluruh dunia (Robby Chandra, 1998).

    Dalam bidang pendidikan, menurut Eric Ashby seperti dikutip Yusufhadi Miarso (2004), perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menimbulkan revolusi keempat. Revolusi pertama terjadi ribuan tahun yang lalu sejak masyarakat membedakan tanggung jawab orang dewasa dan tugas mendidik para musa beralih dari orang tua kepada guru dan dari rumah ke sekolah. Revolusi Kedua terjadi dengan dipergunakannya bahasa tulisan sebagai sarana pendidikan. Sebelum itu pendidikan berlangsung secara lisan. Revolusi ketiga berlangsung dengan ditemukannya teknik percetakan yang kemudian memungkinkan tersedianya buku secara meluas. Revolusi keempat ditandai dengan perkembangan elektronik terutama dalam bentuk radio, televisi, pita rekaman, dan komputer. Dunia pendidikan TIK dipergunakan antara lain untuk keperluan belajar secara terbuka dan belajar jarak jauh serta dalam era cyber dewasa ini berkembang belajar secara elektronik (electronic learning/e-electronic) dengan menggunakan fasilitas internet.

    Sedangkan pengertian dari Teknologi informasi dan komunikasi merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu. Sedangkan pengertian lain disebutkan, teknologi informasi dan komunikasi adalah sarana prasarana (hardware, software, userware), sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna.

    Namun, Perkembangan TIK telah membuat jarak antar ruang di muka bumi ini semakin sempit dimana peristiwa yang terjadi di suatu titik pada ujung ruang muka bumi yang terpencil sekalipun beberapa menit kemudian menjadi mungkin untuk dilihat pada ujung bumi yang lain secara bersamaan. Keberadaan TIK dengan segala perkembangannya, sejak lama telah dimanfaatkan manusia dalam dunia pendidikan. Seperti penemuan mesin kertas, nesin cetak, radio, video, tape recorder, film, televisi, overhead projector (OHP), dan komputer baik bentuk assisted instruction (CAI), computer based instruction (BCI) maupun e-learning telah dimanfaatkan dalam bidang pendidikan. Meskipun pada hakikatnya alat-alat tersebut tidkdibuat khusus untuk keperluan pendidikan, akan tetapi alat-alat tersebut dapat dimanfaatkan dalam proses pendidikan, bahkan dapat meningkatkan efektivitas, efesiensi, dan kualitas pembelajaran.

    Perkembangan komputer dengan segala perangkatnya yang dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan sebenarnya merupakan mata rantai dari sejarah teknologi pembelajaran. Sejarah terknologi pembelajaran itu sendiri merupakan kreasi berbagai ahli dalam bidang terkait, yang pada dasarnya ingin berupaya mewujudkan ide-ide praktis dalam menerapkan prinsip didaktik, yaitu pembelajaran yang menekankan perbedaan individual baik dalam kemampuan maupun kecepatan.

    Jadi, dapat disimpulkan bahwa kebijakan pemerintah dalam bidang TIK ini merupakan faktor yang mendorong terjadinya globalisasi. Salah satu ciri globalisasi adalah semakin mudahnya orang mengakses informasi. Beberapa puluh tahun yang lalu tidak terbayang oleh kita bagaimana internet saat ini telah menjadi salah satu primadona bagi masyarakat untuk mendapatkan dan mengirim informasi. Dan itu semua bisa dilakukan oleh manusia dengan memanfaatkan TIK tersebut. Perkembangan TIK yang begitu pesat dengan segala dampaknya, suka atau tidak sukanya harus kita terima. Caranya adalah dengan mengambil manfaat yang sebesar-besarnya perkembangan TIK tersebut contohnya untuk sebagai pembelajaran yang pada sekarang ini dilakukan dengan daring namun kita pasti menggunakan internet untuk belajar.


Referensi

Budiningsih, Asri. (2005). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Bungin, Burhan. (2006). Analisa data penelitian kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Miarso, Yusufhadi. (2004). Menyemai benih teknologi pendidikan. Jakarta: Prenada Media
Wardianam Wawan. (2002). Perkembangan teknologi informasi di Indonesia, "(makalah Seminar dan Pameran Teknlologi Informasi FT Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Perancangan Produk TIK Melalui Website Pembelajaran

Link Website Pembelajaran https://sites.google.com/view/kelompokkesetaraanlokomotif/halaman-muka Gambaran Produk Produk dari pemanfaatan...