Media pembelajaran merupakan salah satu sarana penyaluran pesan dan informasi belajar. Media pembelajaran yang dirancang secara baik, sangat membantu peserta didik dalam mencerna dan memahami materi pelajaran. Perkembangan TIK di era globalisasi dan informasi pada saat ini, memacu perkembangan media pembelajaran semakin maju pula. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai media pembelajaran sudah merupakan suatu tuntutan. Walaupun perancangan media berbasis TIK memerlukan keahlian khusus, bukan berarti media tersebut dihindari dan ditinggalkan. Media pembelajaran berbasis TIK dapat berupa internet, intranet, mobile phone dan CD Room/Flash Disk.
Kemajuan Teknologi Informasi telah mendorong terjadinya banyak perubahan, termasuk dalam bidang pendidikan yang melahirkan konsep e-learning. Dengan e-learning, pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. E-learning memungkinkan peserta didik untuk aktif dan kreatif. E-learning memberikan para peserta didik, pendidik, dan pengelola pendidikan dapat mengambil banyak manfaat, di antaranya fleksibilitas program dan bahan pembelajaran dapat dibuat lebih menarik dan berkesan. Integrasi teknologi informasi pada pendidikan akan meningkatkan kualitas pembelajaran. Dampak ikutan dengan integrasi teknologi informasi pada pendidikan adalah mendorong percepatan computer literacy pada masyarakat Indonesia.
Dimanfaatkannya teknologi sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar, dapat mempermudah cara pengajar dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan para siswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Kebutuhan akan teknologi dalam ranah pendidikan bukanlah hal yang baru, pemanfaatan teknologi untuk membentuk pembelajaran yang kondusif dan inovatif. Pemanfaatan tersebut terbukti berperan besar dalam kelancaran proses belajar.
Berikut ini pemanfaatan Media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam PLS :
1. Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Program Pelatihan
Sebagaimana kita tahu, dalam pelatihan tidak hanya sekedar tentang menambahkan pengetahuan, tetapi lebih menekankan kepada keterampilan. Dalam hal ini, dapat memungkinkan digunakannya teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajarannya. Bisa kita contohkan pada pelatihan kursus menjahit. Dengan pemanfaatan TIK pelatih dapat membuat suatu vide-video tutorial menjahit dan membagikannya pada setiap peserta didik, bisa lewat email, posting youtube, membagikan di grup sosial media, atau dikirim langsung lewat Bluetooth yang ada di Android. Dengan ini tentunya pelatihan tidak terlalu memerlukan lagi kegiatan pembelajaran tatap muka, walaupun ada dalam suatu waktu kegiatan tatap muka itu diperlukan, tetapi setidaknya proses pembelajaran sudah efisien dan praktis.
2. Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Program Pemberdayaan Masyarakat
Memberdayakan masyarakat dapat diartikan sebagai proses menciptakan masyarakat yang mandiri dan terampil sehingga dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat itu sendiri, baik dari segi ekonomi, sosial maupun budaya. Dalam pemberdayaan masyarakay, kita juga dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana dalam proses pembelajaran. Bisa dicontohkan, pemanfaatan internet. Di internet, kita dapat mengakses apapun seperti materi-materi pelajaran di Google dan YouTube. Disini kita dapat menggunakan internet untuk memberdayakan masyarakat. Sama halnya dengan yang saya lakukan saat memposting artikel dan dapat diakses oleh orang lain. Dan dalam pemberdayaan masyarakat tentu materi pembelajarannya pun mengarah kepada pemberdayaan. Begitulah contoh dari pembelajaran program pemberdayaan masyarakat lewat internet dengan memposting pembelajaran-pembelajaran tertentu.
3. Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Program Penyuluhan atau Iklan Layanan Masyarakat
Penyuluhan diartikan dengan memberikan arahan kepada seseorang atau sekelompok orang untuk dapat menentukan jalan yang lebih baik. Bagaimana cara memanfaatkan TIK dalam program penyuluhan? Dengan TIK, kita bisa memanfaatkan sifat mendunia tersebut, seperti contoh sebelumnya dalam penggunaan internet. Biasanya penyuluhan dilakukan dengan cara tatap muka langsung antara penyuluhan dengan sasaran, tetapi dengan adanya TIK,semua itu dapat diminimalisir sehingga pelaksanaan penyuluhan menjadi praktis. Contoh program penyuluhan KB (Keluarga Berencana). Kita dapat membuat iklan atau tulisan-tulisan singkat dan membagikannya lewat sosial media ataupun dipasang dipapan iklan Google. Selain itu kita juga dapat membuat video-video pendek tentang apa itu KB dan manfaatnya lalu mempostingnya lewat YouTube. Kita juga bisa membuka forum diskusi sosial media tentang program KB tersebut.
Munir (2008: 138) mengungkapkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh media pembelajaran berbasis TIK sebagai berikut :
1. Dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam terhadal materi pembelajaran yang sedang dibahas, karena dapat menjelaskan konsep yang sulit atau rumit menjadi mudah atau lebih sederhana.
2. Dapat menjelaskan materi pembelajaran atau objek yang abstrak (tidak nyata, tidak dapat dilihat langsung) menjadi konkrit (nyata dapat dilihat, dirasakan atau diraba), seperti menjelaskan peredaran darah dan organ-organ tubuh manusia pada mata pelajaran sains.
3. Membantu pengajar menyajikan materi pembelajaran menjadi lebih mudah dan cepat, sehingga peserta didikpun mudah dipahami, lama diingat dan mudah diungkapkan kembali.
4. Menarik dan membangkitkan perhatian, minat, motivasi, aktifitas, dan kreatifitas belajar peserta didik, serta dapat menghibur peserta didik.
5. Memancing partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran dan memberikan kesan yang mendalam dalam pikiran peserta didik.
6. Materi pembelajaran yang sudah dipelajari dapat diulang kembali (playback). Misalnya menggunakan rekaman video, compact disk (cakram padat), tape recorder atau televisi.
7. Dapat membentuk persamaan pendapat dan persepsi yang benar terhadap suatu objek, namun dalam bentuk nyata menggunakan media pembelajaran.
8. Menciptakan lingkungan yang kondusif, sehingga peserta didik dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan tempat belajarnya, sehingga memberikan pengalaman nyata dan langsung. Misalnya, peserta didik mempelajari tentang jenis-jenis tumbuhan. Mereka langsung melihat, memegang atau merasakan tumbuhan tersebut.
9. Membentuk sikap peserta didik (aspek afektif), meningkatkan keterampilan (psikomotor)
10. Peserta didik belajar sesuai dengan karakteristiknya, kebutuhan, minat dan bakatnya, baik secara individual, kelompok dan klasikal.
11. Menghemat waktu, tenaga dan biaya.
Jadi dapat disimpulkan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran sangat membantu terciptanya proses pembelajaran yang efisien dan praktis, kalau untuk efektivitas pembelajaran mungkin masih belum, dikarenakan proses pembelajaran jadi sulit terkontrol, tergantung kepada kemauan sasaran atau peserta didik itu sendiri untuk belajar. Dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran, dapat membuat cakupan sasaran yang lebih luas dengan memanfataakan sifat TIK itu sendiri yang sangat mendunia. Pada proses pembelajaran Pendidikan Luar Sekolah, TIK sendiri memiliki peran penting sebagai sarana pembelajaran. Hal ini dikarenakan sasaran dari Pendidikan Luar Sekolah biasanya adalah orang yang memiliki kesibukan-kesibukan. Untuk itu, TIK dapat mengidentifikasikan pembelajaran sehingga tidak menggaggu kesibukan sasaran karena tidak harus melakukan pembelajaran tatap muka.
Sumber
https://core.ac.uk/download/pdf/297668739.pdf
Penulis sangat membutuhkan masukan dan saran untuk menambah kesempurnaan posting kali ini, untuk itu dimohon kepada para pembaca, jika ada kekeliruan dari postingan saya kali ini, harap memberikan masukkan dan saran di kolom komentar dan saling berbagi pengetahuan.
Semoga bermanfaat, Terimakasi 😊